KAPOLRES SERANG KOTA KLARIFIKASI PEMBUNUHAN GURU NGAJI

Terkait adanya isu yang berkembang saat ini, baik di media sosial atau masyarakat Kota Serang, tentang terjadinya kasus pembunuhan salah satu tokoh agama di Kec Gunung Sari, Kota Serang, bahwa terduga pelaku adalah salah satu anggota PKI.

Hal tersebut secara gamblang dibantah dan dijelaskan oleh Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi S.I.K dalam ekspose klarifikasi di Aula Makopolres Serang Kota, Sabtu 4 Mei 2019.

Kapolres Serang Kota dengan didampingi Kabid Humas AKBP Edy Sumardi S.I.K, Kapolsek Pabuaran AKP Yudha Permana S.H. dan Kasat Reskrim AKP Ivan Adhitira S.I.K, mengklarifikasi terkait berita tersebut.

“terkait informasi yang menyebar saat ini, bahwa berita tersebut adalah tidak benar, kasus ini adalah murni penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” ujar AKBP Firman A.

Kapolres menjelaskan kronologi kejadian, bahwa kedua orang tersebut, baik pelaku ataupun korban sebelumnya telah saling mengenal. 

Pada hari Kamis, 2 Mei 2019 kedua orang tersebut bertemu di rumah korban yang bernama Samsudin, di Desa Kadu Agung, Kec Gunung Sari, yang dikenal orang sebagai guru ngaji.

Pelaku bernama Romli Husein beralamat Bogor, yang juga mempunyai profesi yang sama dengan korban, yaitu guru ngaji dan juga salah satu murid korban.

“Pelaku sempat menginap di rumah korban dan pelaku bercerita kepada korban mengenai permasalahan rumah tangganya. Pelaku bercerita bahwa dirinya telah menalak istrinya dan berniat rujuk,” kata Kapolres.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti apa yang melatarbelakangi penyerangan terhadap korban yang dilakukan pelaku secara tiba-tiba dan mengakibatkan luka sayatan di tubuh korban sehingga menyebabkan kematian.

Dari keterangan tambahan Kapolsek Pabuaran AKP Yudha Permana S.H. bahwa pelaku sebelumnya sempat dihakimi massa.

“Masyarakat yang mendengar keributan di rumah korban segera mendatangi rumah korban dan anggota Polsek yang mendapatkan laporan dari warga segera mendatangi TKP,” ujar Kapolsek Pabuaran.

Untuk menghindari amuk massa yang semakin besar, pelaku segera diamankan oleh petugas dan segera dilarikan ke RSUD Banten, sedangkan korban dilarikan ke RSUD serang, namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolres kembali menegaskan kepada seluruh masyarakat untuk tidak secara mentah menerima dan termakan berita hoax, terlebih disertai isu sara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *